Cipulir, Kebayoran Lama. Suasana SD Muhammadiyah 28 terasa begitu sejuk dan penuh keberkahan. Seluruh siswa-siswi kelas 5 berkumpul mengikuti program intensif “Tahfidz Warrior”, sebuah kegiatan pembentukan karakter dan penguatan hafalan Al-Qur’an yang dirancang penuh semangat selama satu hari penuh.
Dengan mengusung julukan Warrior (Pejuang), kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat pantang menyerah dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Kegiatan diawali di pagi hari dengan sesi mengaji bersama. Dengan bimbingan para guru pembimbing, para siswa melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tartil untuk menumbuhkan suasana ketenangan hati sebelum memulai agenda hafalan.
Agar hafalan tidak hanya cepat tetapi juga tepat, siswa dibekali sesi pemantapan ilmu tajwid. Materi dikemas secara interaktif—meliputi hukum bacaan nun mati/tanwin, mad, hingga perbaikan makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf).
Rangkaian kegiatan diselingi dengan pelaksanaan shalat fardhu secara berjamaah. Melalui kedisiplinan shalat tepat waktu, siswa diajarkan bahwa menghafal Al-Qur’an harus berjalan seiring dengan ketaatan beribadah sehari-hari.
Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini
Melalui program Tahfidz Warrior ini, SD Muhammadiyah 28 berharap para siswa kelas 5 tidak hanya mampu menuntaskan target hafalan Juz 29 dan 30, tetapi juga memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
“Menjadi pejuang Al-Qur’an bukan hanya soal seberapa banyak ayat yang dihafal, melainkan bagaimana ayat-ayat tersebut menerangi sikap dan perilaku sehari-hari.”
Semangat dan keceriaan yang terpancar dari wajah para siswa sepanjang hari menjadi bukti bahwa belajar Al-Qur’an bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, berkesan, dan penuh makna.