Cipulir, Kebayoran Lama. Ayah Bunda, Program Keputrian di Sekolah di sekolah dilaksanakan dengan dasar bahwa setiap siswa putri kelak akan menjadi bagian penting dalam kehidupan. Dengan alasan itulah, para siswi ini hendaknya sudah diberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya bersikap sebagai seorang wanita yang seharusnya. Dampak globalisasi saat ini, dirasakan mulai menggerus sifat-sifat mulia yang seharusnya dimiliki wanita.



Kampanye feminisme misalnya, sekalipun tampak seperti membela hak-hak wanita namun sebenarnya justru bisa menyebabkan wanita keluar dari fitrah yang seharusnya. Melalui kegiatan keputrian, para siswa putri akan diberikan pemahaman dan pengertian bagaimana seharusnya menjadi wanita seutuhnya yang tetap bisa menjaga fitrahnya.
Contohnya, ketika kelak setelah dewasa memutuskan untuk menjadi wanita karir, maka saat berada di rumah, seorang wanita tetaplah berperan sebagai istri dan ibu. Singkatnya, kegiatan keputrian merupakan suatu program yang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas kepada pelajar putri mengenai wanita, baik hal-hal yang umum maupun khusus.





Perkembangan zaman dan budaya yang ada secara tak sengaja dan perlahan berpengaruh pada kondisi muslimah saat ini. Hal ini berdampak pada pola pikir yang tercermin dalam perilaku bahkan pada pilihan ideologi hidup. Kondisi yang sering ditemui saat ini adalah menganggap benar suatu yang salah. Isu-isu yang berkembang berkaitan dengan kewanitaan, seperti feminisme, dan lain-lain, muncul kepermukaan, yang justru hal tersebut banyak menjadikan seorang muslimah keluar dari fitrahnya. Hal ini memerlukan penyikapan yang serius dalam rangka mewujudkan kondisi ‘ideal’ bagi msulimah sendiri maupun bagi lingkungan muslimah di mana ia tinggal.
Hal tersebut di atas tidak luput dari perhatian Dewan Guru Wanita SD Muhammadiyah 28 Cipulir sebagai sekolah islami bebasis muhammadiyah untuk bergerak di bidang pendidikan umum, keagamaan, kemasyarakatan, dan keputrian. Tugas apa pun yang diemban Dewan Guru Mudela tetap mengedepankan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar seperti yang diamanatkan oleh Muhammadiyah.
Kegiatan ini dibagi dalam beberapa materi. Materi-materi tersebut disampaikan dalam beragam pokok bahasan. Pemilihan pokok bahasa disesuaikan dengan kebutuhan serta kompetensi yang harus diketahui dan dimiliki remaja putri sesuai dengan jenjang tingkatan.



